Jumat, 11 November 2011

NAMA dan GELAR TUHAN BAGIAN 1

I. Pendahuluan

Kamus besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Balai Pustaka 1997) menyebutkan arti kata nama sebagai berikut: Nama adalah kata benda yang :
1 .Merupakan kata untuk menyebut atau memanggil orang (tempat, barang, binatang dan
sebagainya). Contoh: Nama saya Bambang
2. Mempunyai pengertian gelar atau sebutan. Contoh: Ia dikarunia nama Adipati: Namanya saja pegawai tinggi, tetapi kekuasaannya tidak ada.
3. Mengandung arti kemasyuran: kebaikan (keunggulan); kehormatan. Contoh: Ia mendapat nama, Ia menodai nama orang tua

Dari arti kata nama diatas maka kita mendapat pengertian bahwa nama dalam bahasa Indonesia bukan hanya berarti nama diri, melainkan juga panggilan umum atau gelar yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu, bahkan nama tersebut bisa juga menjadi ungkapan yang bermakna kemasyhuran, kehormatan, nama baik dan sebagainya.
1. Nama Diri (Personal Name)
Adalah nama atau panggilan autentik dari seseorang/sesuatu yang diberi oleh orang tua atau diakui sendiri oleh si pemakai nama itu sebagai panggilan otentik bagi dirinya. Nama diri merupakan panggilan yang khas dan unik bagi seseorang/sesuatu. Pada umumnya seseorang/sesuatu hanya mempunyai satu Nama Diri. Contoh:
  • Nama saya “Agus Takari”
  • Nama anak anjing itu “Broni”
  • Nama bunga itu “Anggrek”
2. Nama Sebutan Umum (General Appelation)
Adalah panggilan yang diberikan kepada seseorang/sesuatu berkenaan dengan statusnya, fungsi/jabatannya, gelarnya atau julukan yang diberikan kepada orang/sesuatu tersebut. Sebutan umum memang ada yang unik dan khas bagi seseorang/sesuatu, tetapi pada umumnya bukan merupakan ciri khas milik seseorang/sesuatu, sehingga sebutan yang sama bisa dikenakan kepada orang lain. Contoh:
  • Pria itu adalah Suami-ku (status sebagai suami)
  • Gubernur memanggil seluruh stafnya (fungsi/jabatan selaku Gubernur))
  • Banyak Pak Ogah ditikungan jalan (Julukan, sebagi pengganti)
  • Sri Sultan mengadakan kirab (Gelar, pemberian karena kelayakan)
Dalam praktek sehari-hari nama diri sering digabung dengan nama sebutan umum, misalnya: Si Andi Pemalas baru bangun pukul 09.00 pagi. Dalam contoh diatas nama diri Andi digabung dengan nama julukan si Pemalas.

Begitu pula cara manusia memanggil Allah yang mereka sembah, selain memanggil nama diri Allah mereka juga memanggil Allah dengan nama julukan atau nama gelarNya, bahkan kadang-kadang nama Diri dan gelar digabung menjadi satu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
(Balai Pustaka, 1997) kata " ALLAH" berarti:
“Nama Tuhan di bahasa Arab; Pencipta alam semesta yang maha sempurna; Tuhan yang Maha Esa yang disembah oleh orang beriman”

Bab berikut akan membahas nama Allah sebagai Nama Diri maupun nama Allah sebagai nama Sebutan, Gelar yang bersifat umum, atau pemberian nama Allah bersifat khusus karena sesuatu peristiwa yang berkaitan dengan orang yang memberikan nama tersebut.

II. Nama Diri Allah
Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: " Kata Allah, "Aku adalah AKU ADA. Inilah yang harus kaukatakan kepada bangsa Israel, Dia yang disebut AKU ADA, sudah mengutus saya kepada kamu." (Kel 3:14) Adalah awal mula Allah memperkenalkan dirinya kepada Musa, diwaktu Musa menanyakan siapakah yang mengutusnya, dan bagaimana dengan namaNya. Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa:"Beginilah kaukatakan kepada orang Israel:(YHWH)TUHAN, (Elohe)Allah nenek moyangmu, (Elohe)Allah Abraham, (Elohe)Allah Ishak dan (Elohe)Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.(Kel 3:15)
Aku adalah Aku” (Ind), “Ehyeh Asyer Ehyeh” (Ibr), “Ego Eimi Ho On” (Yunani), atau adalah nama diri yang sebenarnya terdiri dari 4 huruf konsonan “YHWH” yang disebut YAHWEHTetragramaton. Arti dari kata Yahweh adalah “Tuhan yang hadir secara aktif” atau “Yang Ada, Hadir dan Bertindak secara Kekal”

Allah
memperkenalkan nama dirinya pertama kali kepada Musa, dan nama diri yang digunakan sebelum Musa, yaitu pada masa Patriakh adalah El/Elohim/Eloah. Agar nama “Yahweh” dapat menjadi Allah bagi keturunan Abraham dan umat manusia, maka oleh penyalin-penyalin naskah nama YAHWEH disisipkan atau digunakan mundur untuk menyebut nama Allah (Elohim) Abraham, Ishak dan Yakub. Hal ini dapat dijumpai dalam Teks Masoret (MT) yaitu teks yang dipelihara dan disusun secara turun temurun oleh keluarga imam Masoret.
Dalam praktek keagamaan orang Israel tidak pernah menyebut Tuhan dengan “YHWH” karena menurut mereka nama itu sangat sakral, mereka mengganti YHWH dengan Adonai suatu kata yang berarti “Tuan” atau “Majikan”.
Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan, sebab Aku YAHWEH, Eloimmu akan menghukum siapa saja yang menyalahgunakan nama-Ku.” (Kel 20:7; Ul 5:11 - BIS)

Kemudian dalam Imamat 24:15-16 dikatakan:
“Setelah itu umumkanlah ini kepada bangsa Israel: Barangsiapa mengutuk YAHWEH harus menanggung akibatnya
dan dihukum mati. Siapa saja yang mengutuk YAHWEH harus dilempari dengan batu sampai mati oleh seluruh jemaat. Hukum itu berlaku untuk orang Israel maupun untuk orang asing yang sudah menetap di Israel. (BIS)
”.
  • Beberapa pemakaian kata YAHWE dalam PERJANJIAN LAMA
Nama YHWH sebagai nama Ilahi tertulis sebanyak 6.823 kali dalam Perjanjian Lama, penggunaan nama ini adalah penggunaan terbanyak dibandingkan penggunaan nama ilahi lainnya seperti Elohay dan Adonay. Contoh penggunaan nama YHWH adalah sebagai berikut:

1. Nama YAHWEH pertama kali dipanggil oleh Hawa
“Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan YAHWEH." (Kej 4:1). sejak saat itulah nama YAHWEH mulai dipanggil oleh manusia “Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama YAHWEH” (Kej 4:26)

2. Nama Yahweh disebut oleh Nuh “Lagi katanya: "Terpujilah YAHWEH, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya”. (Kej 9:26)

3. Nama YAHWEH dipanggil oleh Abraham “Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi YAHWEH dan memanggil nama YAHWEH”. (Kej 12:8)

4. Nama YAHWEH dipanggil oleh Ishak “Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama YAHWEH. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ”. (Kej 26:25)

5. Nama YAHWEH dipanggil oleh Yakub “Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya YAHWEH ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." (Kej 28:16)

6. Nama YAHWEH dipuja-puja oleh Musa dan orang-orang Israel
Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi YAHWEH yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi YAHWEH, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut. YAHWEH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.YAHWEH itu pahlawan perang; YAHWEH, itulah nama-Nya”. (Kel 15:1-3). .......

Yohanes 4:24

"Sebab Allah itu Roh, dan hanya dengan kuasa Roh Allah orang-orang dapat
menyembah Bapa sebagaimana Ia ada
." (BIS)
Sudahkah anda mengenal TUHAN secara pribadi

Sumber: http://nelsonsamosir.blogspot.com/2007/02/nama-dan-gelar-tuhan-bagian-1.html

0 komentar:

Posting Komentar