Tampilkan postingan dengan label pengajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

CREATION THEORY - BAGIAN 1


I. Pendahuluan
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1)
Alkitab umat kristen dibuka dengan ayat diatas, ayat ini menjelaskan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dari tidak ada menjadi ada. Lebih lanjut dalam Ibrani 11: 3 dikatakan
“Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta
telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa
yang telah kita lihat,
telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat”

Yang dimaksud dengan ayat diatas ialah unsur utama dari pembentukan alam semesta bukan dari unsur yang kelihatan (fisik), namun terdiri dari sesuatu yang tidak kelihatan. Semuanya disusun atau dibentuk oleh Firman Allah yang penuh kuasa. Bukan berasal dari unsur (zat) mula-mula yang tidak beraturan namun diciptakan dari ketiadaan kecuali kuasa Allah. (creatio ex nihillo)
Diluar alkitab banyak sekali legenda-legenda atau mitos dari jaman kuno tentang teori penciptaan, Bahkan saat ini ada sekitar 500 cerita tentang penciptaan dunia diantara agama-agama di dunia dimana masing-masing cerita berbeda tentang asal mula kehidupan di bumi.
Semenjak ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat, maka berkembanglah teori-teori tentang penciptaan alam semesta. Para ahli berusaha mencari asal usul alam semesta atau dikenal dengan nama kosmogoni
Banyak teori-teori dikemukakan berkenaan dengan asal usul alam semesta atau asal usul kehidupan. Pada tahun 1859 dengan bukunya “On the Origin of Species”, Darwin mengeluarkan teori evolusi, melalui seleksi alam.
Teori ini bertahan sampai saat ini dan bahkan mempunyai banyak pendukung dimana para pendukung teori ini berusaha melebarkan penelitian melalui berbagai macam disiplin ilmu, antara lain melalui antropologi, budaya, arkeologi, etnologi dan ilmu bahasa.
Semenjak ditemukan galaxy pada tahun 1929 oleh Edwin Hubble seorang astronom Amerika Serikat, maka pencarian asal usul alam semesta menjadi bertambah luas.
Saat ini penciptaan alam semesta banyak dipelajari dengan pendekatan Kosmologi yaitu ilmu yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar. Secara khusus, ilmu ini berhubungan dengan asal mula dan evolusi dari suatu subjek. Kosmologi dipelajari dalam astronomi, filosofi, dan agama.
Mengingat begitu banyaknya mitos/legenda/cerita-cerita kuno, serta teori-teori tentang alam semesta ditambah dengan penciptaan alam semesta ditinjau dari berbagai agama besar didunia saat ini, maka dalam paper ini kami membatasi pembahasan penciptaan melalui tiga bagian yaitu melalui:
  1. Cerita atau Mitos dari Agama Penyembah Berhala / Pagan
  2. Agama-agama besar saat ini, seperti
    1. Hindu
    2. Budha
    3. Islam
  3. Teori-teori ilmiah yang berkembang, seperti
    1. Teori Evolusi
    2. Teori Ledakan Besar (Big Bang Teori)
Dalam paper ini, kami juga berusaha membahas mengenai ilmu pengetahuan dan kekristenan, Kekristenan yang kami maksud adalah orang-orang Kristen yang mengakui secara absolut bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang benar. Penulis-penulis Alkitab diwaktu menulis kitab-kitab yang ada diilhami oleh Roh kudus. Kami juga tampilkan perbandingan Kitab Kejadian dan Kitab dari Babylonia.
II. Mitos/Legenda dari Penyembah Berhala atau Cerita Rakyat
1. Penyembah Berhala/Pagan
Penciptaan alam semesta pada sebagian besar agama-agama kuno yang masih menyembah berhala menceritakan bahwa Dewi yaitu Ibu Agung memisahkan air dan menciptakan langit dan bumi.

Beberapa waktu kemudian masyarakat menemukan dewa-dewa yang menjadi suami dari Ibu Agung, dimana dewa-dewa tersebut berwujud ular, dan dewa-dewa tersebut kawin juga dengan manusia ciptaan Ibu Agung. (Great Mother)

2. American South West
Beberapa suku Indian mempunyai cerita tentang penciptaan, dahulu kala nenek moyang mereka tinggal disuatu daerah yang gelap di dalam dunia bawah didalam Ibu Bumi. Mereka sampai di bumi melalui tanah suci yang terbuka untuk melihat matahari untuk pertama kali.

Mereka percaya alam semesta mempunyai 6 tingkat. Contohnya kisah penciptaan Suku Indian Navajo. Pada mulanya ada serangga-serangga yang tinggal di 3 (tiga) tingkat terbawah dari enam tingkatan dunia. Mereka dihembuskan ke tingkat 4 (empat) dan menjadi manusia pertama, laki dan perempuan. Kemudian mereka mempunyai 10 (sepuluh) anak.

Kemudian laki-laki dan perempuan serta 10 (sepuluh) orang anaknya tersebut memanjat buluh atau alang-alang menuju tingkat 5 (lima), dimana mereka sekarang tinggal. Mereka menciptakan gunung, cuaca, tanaman dan binatang-binatang yang mereka kenal dari alam bawah sebelumnya, dan mereka mengajak dewanya tinggal bersama.

3. 3. Babylonia Purba
Mitos mengatakan bahwa Dewa Agung “Marduk” membunuh Ibu Bumi , memotongnya menjadi 2 bagian, melemparkan satu bagian ke surga untuk membentuk langit dan melemparkan potongan satunya lagi kebawah untuk membentuk bumi

4. Cerita Rakyat China
Cerita purbakala mengatakan bahwa alam semesta berbentuk telur, di dalam telur tersebut terdapat campuran yang tidak teratur antara yin/yang, laki/perempuan, panas/dingin dan sebagainya.

Dari telur tersebut lahirlah raksasa yang bernama Phan Ku. Ia tumbuh sepuluh kaki setiap hari, Sehingga tubuhnya memisahkan langit dan bumi, Ia juga menciptakan surga, dan memahat gunung dan lembah. Ketika ia mati, kutu-kutu dari rambutnya berubah menjadi manusia.

5. Ifa ( Agama suku Yoruba di Africa)
Pada mulanya langit dan bumi ada tanpa adanya manusia atau hewan di dalamnya. Kemudian “odumare” menciptakan dirinya sendiri, Ia adalah permulaan. Kami memanggil Odumare satu-satunya yang bijaksana di bumi.

Ia menciptakan manusia, Ia tidak mempunyai teman. Ia mempertimbangkan untuk menciptakan lebih banyak kehidupan di alam semesta. Ia menyadari bahwa ia tidak dapat bertindak sendiri, sebab ia sangat penuh dengan energi, sehingga apa saja yang berada di dekatnya akan mati.

Maka ia menciptakan Agbon (kebijaksanaan), Imo (pengetahuan), Oye (pengertian) untuk bertindak sebagai perantara. Ia melepaskan mereka untuk terbang ke bumi dan mencari tempat untuk tempat tinggal, tetapi mereka tidak dapat menemukan tempat yang baik untuk tempat tinggal, kemudian mereka kembali ke Odumare, yang kemudian menelan mereka.

Setelah ribuan tahun Odumare memutuskan untuk membuang mereka, dan mengirimkan mereka kembali ke bumi.

6. Bantu di Afrika
Nzame, Dewa mereka menciptakan dunia dan binatang-binatang. Ia juga menciptakan Fam, manusia pertama. Tetapi Fam tidak mau melakukan kewajibannya, ia menyiksa binatang dan tidak menyembah Nzame.

Dewa mengubur bumi di dalam tanah, dan mencoba menciptakan ciptaan baru. Ia mulai dengan pohon, dimana daunnya jatuh ke bumi dan menjadi binatang dan ikan. Kemudian ia menciptakan manusia dan juga menciptakan perempuan dari pohon.

Setiap bangsa mempunyai cerita-cerita dari nenek moyang mereka mengenai penciptaan bumi. Di Indonesia masing-masing suku juga mempunyai mitos, legenda atau cerita tentang asal mula alam semesta, atau asal mula manusia

Yesuslah yang menciptakan Alam Semesta

Sumber: http://nelsonsamosir.blogspot.com/2007/06/creation-theory-chapter-1.html

Baca Selengkapnya.. "CREATION THEORY - BAGIAN 1"

CREATION THEORY - BAGIAN 2


III. Penciptaan dari Agama-Agama

1. Agama Hindu
Agama Hindu yang mempunyai banyak sekali dewa (± 300 juta dewa) mempunyai banyak sekali cerita tentang penciptaan.

Salah satu cerita mengatakan bahwa manusia pertama yang bernama Purusa mengorbankan dirinya. Badannya menjadi seluruh alam semesta. Bagian bawah tubuhnya menjadi bumi, sisanya menjadi surga.

Bermacam-macam kasta yang terdapat dalam manusia berasal dari badan Purusa. Manusia yang berasal dari lengannya menjadi kasta satria, kaki bagian atas menjadi orang biasa, dan kaki bagian bawah menjadi kasta sudra.

Buku Vedic mengatakan bahwa alam semesta berasal dari nafas dewa Wisnu, dengan nafasnya Wisnu menciptakan segala sesuatu, baik di alam semesta maupun di bumi

2. Agama Budha
Agama Budha juga mempunyai banyak cerita tentang asal usul alam semesta. Salah satunya terdapat didalam naskah Buddhis, yang dinamai "Visuddhimagga". Didalam bagian-bagian yang tertentu, dari naskah "Visuddhimagga" itu, diberikan deskripsinya tentang Alam Semesta, yang disebutkan terdiri atas tiga tingkatan.

Yang paling kecil, dinamai "Sistem Dunia Minor". Kumpulan dunia kecil atau minor membentuk "Sistem Dunia Pertengahan” dan kumpulan dunia pertengahan membentuk Tingkatan terakhir, yaitu "Sistem Dunia Mayor" atau “Sistem Dunia Besar”.

Ajaran Budha lain mengatakan bahwa Kehidupan alam semesta bermula dari Kalpa (Universal cycle) yang berada dalam kegelapan dan berada di permukaan air. Kemudian manusia spiritual yang berada dalam alam semesta lahir kembali.

Salah satu dari mereka mengambil bentuk manusia dan memulai kehidupan manusia. Semua mahluk hidup kembali ke jiwanya, dan daur kehidupan berputar terus (inkarnasi). Sampai mereka menemui pencerahan.

Jadi dalam agama Budha yang dipentingkan bukan penciptaan alam semestanya, tetapi proses manusia dalam inkarnasinya hingga mencapai pencerahan, seperti Budha Gautama.

3. Agama Islam
Kitab suci agama Islam Al Qur’ an tidak secara jelas menyatakan tentang waktu dan cara penciptaan langit dan bumi, tetapi dari ayat-ayat yang ada agama Islam mengakui bahwa Allah pencipta langit dan bumi, dan mereka mengakui alam semesta terdiri dari 7 langit.

Surat 21 ayat 30: "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"

Surat 67 ayat 3 Artinya: "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis- lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Karena itu lihatlah berulang- ulang adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?"

Surat 71 ayat 15-16 Artinya: "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat. Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?"

‘Tidakkah orang-orang kafir melihat bahwa seluruh langit dan bumi keduanya dahulu suatu massa yang menggumpal, lalu Kami pisahkan keduanya? Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup dari air. Apakah mereka tidak mau beriman?’ (S.21 Al-Anbiya:31)

Dalam Al’ Quran tidak disebutkan secara spesifik proses penciptaan alam semesta, tetapi dari ayat-ayat yang ada, mereka mengakui bahwa alam semesta diciptakan oleh Allah mereka, dan alam diciptakan dalam 7 tingkat langit.

IV. Teori Ilmiah Tentang Penciptaan
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan pada akhir-akhir ini mengakibatkan makin maraknya bermunculan teori-teori tentang penciptaan. Masing-masing ahli mengemukakan pendapatnya tentang asal muasal alam semesta. Pada bahasan ini teori penciptaan alam semesta dibahas hanya dari 2 teori yaitu:

1. Teori Evolusi (Darwin)
Pada mulanya Darwin hanya mengemukakan hipotesa mengenai asal usul manusia, dimana hipotesanya ini tidak mempunyai bukti-bukti yang kuat untuk mendukung asal mula kehidupan di bumi.

Darwin mengatakan bahwa semua bentuk kehidupan yang ada di planet bumi sekarang ini diturunkan dari nenek moyang yang sama karena beberapa varian bertahan hidup melalui suatu proses yang disebut seleksi alam.

Setelah melalui penelitian selama 30 tahun, Darwin menerbitkan "On the Origin of Species by Means of Natural Selection": pada tahun 1859. Teori Darwin diuraikan dalam 5 (lima) prinsip penting:
1. Pada setiap tingkatan sejarah suatu spesies, akan selalu terdapat variasi diantara anggota spesies itu (prinsip variasi)

2. Pada setiap tingkatan sejarah suatu spesies, banyak anggota baru yang
mampu bertahan untuk berkembang biak (prinsip perjuangan untuk eksistensi)

3. Pada setiap tingkatan sejarah suatu spesies, beberapa variasi diantara anggota suatu spesies merupakan variasi yang berhubungan dengan sifat-sifat yang mempengaruhi kemampuan mempertahankan diri dan berkembang biak, karena itu ada beberapa anggota spesies yang mampu mempertahankan diri dan berkembang biak (prinsip variasi dalam kemampuan)

4. Warisan adalah norma, dan kebanyakan sifat organisme atau anggota spesies diwariskan pada keturunannya (prinsip penurunan sifat)

5. Secara tipikal sejarah spesies akan menunjukkan modifikasi spesies tersebut yang mengarah pada karakteristik yang mendukung tugas mereka dalam mempertahankan diri dan bereproduksi dan sifat-sifat ini kemudian menjadi nyata dalam generasi-generasi spesies tersebut berikutnya (prinsip seleksi alam)

2. Big Bang Theory
Big Bang (bahasa Indonesia: "Dentuman Besar") dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini terbentuk dari ledakan maha dahsyat yang terjadi sekitar 13.700 juta tahun lalu.

Ledakan ini melontarkan materi dalam jumlah sangat besar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi ini kemudian yang kemudian mengisi alam semesta ini dalam bentuk bintang, planet, debu kosmis, asteroid/meteor, energi, dan partikel lainnya dialam semesta ini.

Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus.

Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi. Teori Big-Bang & Alam Semesta yang Mengembang

Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat.

Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari suatu ledakan sangat besar pada suatu saat di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.

Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong.

Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.

Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil, dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

Berbagai macam energi yang ada di Alam Semesta ini jika ditelusuri adalah berasal dari energi Big Bang, yaitu energi pada saat penciptaan.

Berkembangnya alam semesta sebagaimana dikemukakan Edwin Hubble dalam tahun 1920 telah menjadi tonggak sejarah dalam kosmologi modern. Teori itu menyatakan bahwa alam semesta berkembang melebar dan meluas secara terus menerus.

Stephen Hawking sebagai salah seorang ahli phisika teoritis terkemuka, menulis dalam bukunya The Universe in a Nutshell:

‘Temuan tentang berkembangnya alam semesta merupakan salah satu revolusi intelektual di abad ke dua puluh. Temuan itu merupakan suatu kejutan mutlak yang telah merubah sama sekali bahasan tentang asal mula alam semesta.

Kalau semua galaksi yang ada bergerak menjauh satu sama lain, tentunya di masa lalu semuanya pernah sangat dekat . . . hal mana mengimplikasikan bahwa alam semesta dan waktu itu sendiri bermula dalam suatu ledakan yang luar biasa dahsyat.’ (H. 76)

Kontroversi apakah alam memang berkembang terus, berlangsung selama lima puluh tahun. Ketika kemudian tidak bisa dibantah kalau alam pada kenyataannya memang berkembang terus, muncul kontroversi lain yang menyatakan bahwa pengembangan alam itu menunjukkan bahwa pasti ada awalnya yaitu Ledakan Besar.

Dari sini muncul anggapan tentang adanya sang Pencipta, tidak saja karena menurut teori Ledakan Besar itu menggambarkan adanya suatu awal tetapi juga karena adanya hal yang tidak dimengerti di awal kemunculan alam itu. Semua kaidah fisika tidak berlaku dalam situasi demikian. Dalam ilmu fisika, titik waktu itu disebut singularitas.

Konsep bahwa alam bermula dengan singularitas tidak bisa diterima dengan baik oleh para astronom terkemuka. Herman Bondi, Fred Hoyle dan lain-lainnya berpegang pada teori status diam (steady state theory) sebagai usaha guna menjelaskan ekspansi alam yang tidak mengharuskan bahwa alam mempunyai awal, karena adanya awal menunjukkan adanya sang Pencipta. Namun teori mereka digugurkan karena tidak sejalan dengan data observasi.
Dalam bukunya yang populer, A Brief History of Time, Stephen Hawking kemudian mengajukan pertanyaan: ‘Kalau sudah begitu, buat apa ada sosok pencipta?'
Beberapa tahun kemudian, James Hartle dan Stephen Hawking mengusulkan sebuah model dimana dikatakan alam tidak bertepi, baik secara ruang mau pun waktu, dengan asumsi bahwa alam ada dengan sendirinya dan mencipta dirinya sendiri.

Dalam bukunya yang populer, A Brief History of Time, Stephen Hawking kemudian mengajukan pertanyaan: ‘Kalau sudah begitu, buat apa ada sosok pencipta?’

Ada dua keberatan utama pada teori Hartle-Hawking tersebut. Pertama, teori itu jadinya mengharuskan adanya sekumpulan akidah phisika sebelum eksistensi nyata, hanya guna menghindari adanya kondisi pembatasan. Kedua, berdasar kondisi sekarang ini, model tersebut sepenuhnya bersifat spekulatif yang kecil kemungkinan bisa diverifikasi melalui observasi.

 
Segala sesuatu diciptakan oleh Yesus
 
Sumber: http://nelsonsamosir.blogspot.com/2007/06/creation-theory-chapter-2.html
Baca Selengkapnya.. "CREATION THEORY - BAGIAN 2"

CREATION THEORY - BAGIAN 3


IV.
PENCIPTAAN MENURUT ALKITAB
Salah satu topik yang hangat diperdebatkan pada zaman modern ini ialah pertanyaan bagaimana kehidupan ada di atas dunia ini. Ada dua pilihan dasar
1 Melalui proses evolusi yang lambat dan alamiah atau
2 Melalui perintah Penciptaan versi Alkitab.
Yang berhubungan erat kepada topik ini ialah pertanyaan mengenai waktu - berapa lama kehidupan ada di atas planet ini? Perbedaannya sangat nyata, apakah ratusan juta tahun atau beberapa ribu tahun saja. Kesimpulan ilmu pengetahuan evolusi modern telah membuat pernyatan Penciptaan versi Alkitab semakin tidak populer biarpun di antara denominasi Kristen yang konservatif.
Harus disadari bahwa tidak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang mengatakan dengan persis pada tahun berapa dan berapa tahun yang lalu pekan penciptaan itu berlangsung. Namun demikian, ada sejumlah data kronologis dalam Alkitab yang, bilamana dilihat secara kolektif, menunjukkan kepada Penciptaan berkisar 6000 tahun.
Dengan alasan ini, pemikiran bahwa pekan penciptaan terjadi hanya beberapa ribu tahun yang lalu, telah umum dimengerti baik oleh orang Yahudi maupun oleh orang Kristen yang percaya sepanjang sejarah. Pengertian ini telah diterima hampir secara universal di antara orang-orang yang percaya sampai abad kesembilan belas, pada waktu penemuan-penemuan geologi modern mulai menantang kesimpulan itu.
Selama berabad-abad, banyak pelajar Alkitab telah terpesona oleh data kronologis (data urutan waktu) dalam Alkitab dan telah berusaha menggunakan informasi itu untuk merekonstruksi suatu kronologi dunia ini. Tetapi bahan-bahan kronologi dalam Alkitab tidak selamanya mudah dimengerti, dan para sarjana belum bisa menyetujui satu kronologi Alkitabiah pun.
Jadi, tidaklah heran bahwa pada tahun 1738, Des Vignolles, dari Royal Society of Berlin, mengatakan bahwa ia mengetahui sedikitnya 200.kronologi Alkitabiah dengan tahun-tahun Penciptaan yang berkisar antara tahun 3500 sampai tahun 7000 Sebelum Masehi.
Yang paling umum dari kronologi ini ialah yang dibuat oleh Uskup Agung James Ussher (1581-1656), dari Armagh, Irlandia Utara, yang skemanya tersebar luas karena dipilih untuk digunakan di pinggir halaman-halaman Alkitab versi King James pada tahun 1679 M. Menurut skema Ussher, Penciptaan terjadi pada tahun 4004 S.M.
Ada bukti-bukti lain selain Ussher untuk kronologi yang pendek. Yang 200 lebih kronologi yang berbeda yang dicatat oleh Des Vignolles menyatakan kepada kita dua perkara.
Yang pertama, fakta bahwa data Alkitab dapat disatukan atau ditafsirkan dalam banyak cara yang berbeda. Ini mengajarkan kepada kita supaya jangan terlalu dogmatis.
Yang kedua, semua kronologi ini menunjuk kepada Penciptaan berkisar 6000 tahun. Dengan demikian, meskipun ada ketidak-tentuan, tidak ada alasan untuk mengatakan Alkitab mengajarkan bahwa Penciptaan terjadi jutaan tahun yang lalu, atau selama waktu jutaan tahun.
PADA MULANYA ALLAH ... (Kej. 1:1, 2).
Ada
pendekatan yang meluas di antara para sarjana mengenai bagaimana sebaiknya menerjemahkan Kejadian 1:1, 2, dan apa arti ayat-ayat ini. Alkitab versi King James (KJV) hanya menerjemahkan kedua ayat yang pertama ini sebagai dua kalimat yang independen (bebas): Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Dan bumi tanpa bentuk dan kosong; dan kegelapan menutupi permukaan laut " (KJV).
Sebagian orang mengatakan bahwa kalimat-kalimat ini sebenarnya mengatakan, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Dan bumi menjadi tanpa bentuk dan kosong." Apa yang tersirat dalam pendekatan ini ialah bahwa bentuk kehidupan eksis atau ada di atas dunia ini jutaan tahun sebelum umat manusia muncul, mengatakan bahwa dua ayat yang pertama buku Kejadian menggambarkan suatu "penciptaan rangkap" (Kadang-kadang ini disebut sebagai teori "penghancuran dan pemulihan").
Para pendukung interpretasi ini memperdebatkan bahwa ayat 1 sebenarnya menerangkan penciptaan sebelumnya (lebih dahulu) kehidupan di atas dunia ini, jutaan tahun sebelum pekan penciptaan dinyatakan kemudian dalam pasal 1, dan bahwa ayat 2 menerangkan kebinasaan kehidupan yang sebelumnya (itu "menjadi" tanpa bentuk dan kosong).
Orang-orang.Kristen ini berspekulasi bahwa Satan adalah penguasa penciptaan pertama ini, tetapi oleh karena pemberontakannya, bumi ini "menjadi" tanpa bentuk dan kosong.
Menurut dugaan ayat 3 mulainya penciptaan kedua dan bumi kita yang sekarang.
Tetapi, ada banyak masalah dengan teori ini, tidak kurang dari menggantikan kata "belum" dengan "menjadi." Para sarjana lbrani sepakat bahwa ini bukanlah terjemahan yang sah, yang absah, sebab bertentangan dengan hukum dasar (fundamental) tata bahasa lbrani. Terjemahan yang terbaik tetap "bumi belum berbentuk dan kosong."
Ada interpretasi lain yang memperdebatkan bahwa ayat pertama harus terjemahkan sebagai berikut: "Ketika Allah mulai menciptakan langit dan bumi, bumi belum berbentuk dan kosong". Ide terjemahan ini datang dari membandingkan Kejadian 1:1 dengan cerita penciptaan Mesopotamia purba, yang khas dimulai dengan "ketika."
Pandangan ini mengatakan bahwa sebelum Allah memulai sembarang kegiatan penciptaan dalam hubungannya dengan bumi ini, sesuatu sudah ada di sini-walaupun tanpa bentuk dan kosong!
PADA MULANYA ALLAH ...
( Ams. 8:22-26, 30; Mi. 5:2; Ayb. 38:7; Yes. 14:12-21; Yeh. 28:12-17; I Yoh. 3:8).
1. Mikha 5:2, NKJV, . menerangkan seorang Pemerintah (Kristus) yang keberadaannya adalah "sejak purbakala, sejak dulu kala (kekekalan)" (lihat juga lbrani 1:8).
2. Ayub 38:7 menunjukkan bahwa anak-anak Allah sudah ada sebelum penciptaan bumi ini, mereka ada di sana untuk menyanyi dan bersorak-sorai karena kesukaan atas penciptaan.
3. Kejadian 1:16 bahasa lbrani mengatakan bahwa matahari dan bulan menerima tugas mereka untuk mengatur waktu dan musim "bersama-sama" atau "sebagai tambahan kepada" bintang-bintang; pengertiannya ialah bahwa bintang-bintang sudah ada sebelum pekan penciptaan, melakukan tugas-tugas mereka yang sudah ditentukan.
4. Takhta Allah, yang ada di surga, telah ada dari sejak kekekalan (Mzm. 45:7193:2). Surga juga adalah tempat tinggal para malaikat, yang tampaknya telah diciptakan sebelum bumi diciptakan.
5. Menurut 1 Yohanes 3:8, Iblis berbuat dosa dari mulanya, "mulanya" kejahatan Lucifer ini mendahului enam hari penciptaan (lihat Yes. 14; Yeh. 28); dengan ini kita menarik kesimpulan bahwa penciptaan para malaikat mendahului penciptaan kehidupan di atas bumi ini.
Ayat-ayat ini, antara lain memberi tahu kepada kita bahwa Allah sang Bapa, sang Anak, dan Roh Kudus sudah ada sejak kekekalan. Surga, bintang-bintang, Lucifer, para malaikat, dan barangkali mahluk-mahluk lainnya sudah ada sebelum planet kita diciptakan.
Allah kekal dan Pencipta semesta alam yang maha luas memilih Planet Bumi kita, yang "belum berbentuk dan kosong", untuk menciptakan kehidupan di atasnya. Ia juga menunjukkan kasihNYa yang maha agung kepada dunia kita ini oleh memberikan AnakNya yang tunggal mati untuk kita.
PENCIPTA KITA : ALLAH YANG MAHAKUASA
(Kej. l dan 2; Mat 19:4, 5; Mrk.10:2-9)
Para sarjana Alkitab telah sejak lama memperhatikan bahwa dalam bahasa lbrani, Allah ditunjukkan berbeda-beda dalam pasal 1 dan 2. Dalam pasal 1 Allah disebut Elohim (Allah) sementara dalam pasal 2 la disebut Yahwe (Tuhan) atau Yahwe-Elohim (Tuhan Allah). Lebih jauh, dalam pasal l Allah digambarkan sebagai sangat berkuasa, teratur dan sangat luar biasa - la hanya berbicara, maka terciptalah!
Sebaliknya, dalam pasal 2 kita melihat Allah turun tangan, dengan lemah lembut membentuk manusia dari tanah liat dengan tangan-Nya sendiri dan menghembuskan napas hidup ke dalam lubang hidung yang tak bernyawa itu.
Pengeritik Alkitab generasi terdahulu berpikir bahwa penggunaan dua nama Ibrani yang berbeda untuk Allah dalam Kejadian 1 dan 2 adalah bukti bahwa penulis yang berbeda menulis dua pasal ini. Bahwa pasal-pasal itu benar-benar dua yang berbeda dan dalam cerita Penciptaan yang bertentangan.
Akan tetapi, para sarjana belakangan ini seperti Ahli Mesir Kenneth Kitchen telah memperhatikan bahwa penggunaan nama yang, berbeda untuk Allah yang sama dalam ayat yang sama sebenarnya adalah biasa dilakukan dalam teks Mesir dan Mesopotamia.
Lalu, mengapa nama yang berbeda digunakan dalam Kejadian mengenai cerita Penciptaan? Sarjana lbrani Umberto Cassuto mengatakan bahwa penggunaan dua narna Ibrani untuk Allah hanya menunjukkan dua aspek yang berbeda dari dua tabiat Allah : Yahwe adalah nama perjaniian untuk Allah, dan Elohim adalah menekankan keuniversalan-Nya sebagai Allah segenap bumi. Dengan cara lain dapat dikatakan bahwa Yahwe- menerangkan siapa Allah itu, dan Elohim menerangkan apa Dia.
Kisah Penciptaan Yahudi
Kisah Penciptaan Babylonia
Kejadian 1:1 - 2:3
Abad 13 SM
Abad 12 SM
Musa
Tidak Diketahui
YHVH atau YAHWEH
Pertempuran antara
Dewa dan Dewi.
Terang
Terang
Cakrawala – Memisahkan air di bumi dan di langit.
Cakrawala Memisahkan langit dan bumi.
Tanah Kering Terbentuk
Tanah Kering Terbentuk .
Matahari, Bulan dan Bintang.
Matahari, Bulan dan Bintang. .
Menciptakan Laki-laki
Dan Perempuan
Menciptakan Laki-laki
Dan Perempuan
Tuhan istirahat, dan Menguduskan Sabat
Tuhan Istirahat dan Merayakan
Dari table diatas, maka dapat dilihat adanya kemiripan antara Penciptaan menurut Alkitab dan menurut cerita kuno dari Babylonia, sehingga banyak menimbulkan pertanyaan, apakah Penciptaan dalam Kejadian diambil dari cerita Babylonia atau memang Musa mendapatkan langsung dari Tuhan, ketika berada dihadirat Tuhan selama 40 hari, atau ada penulis lain yang menuliskan kitab Kejadian tersebut.
Didalam Yesuslah segala sesuatu diciptakan

Sumber: http://nelsonsamosir.blogspot.com/2007/06/creation-theory-chapter-3.html
Baca Selengkapnya.. "CREATION THEORY - BAGIAN 3"

TINGKATAN HIDUP ORANG KRISTEN - SATU

Kristen artinya pengikut Yesus Kristus, yang artinya terdapat suatu hubungan timbal balik, atau hubungan dua arah antara Yesus sebagai Tuhan dan kita sebagai pengikutNya. Dalam kehidupan kekristenan bisa saja seseorang mengaku dirinya adalah “orang kristen”, dan mengaku Yesus adalah Tuhannya, tetapi yang menjadi masalah apakah Yesus sendiri mengakui orang tersebut sebagai pengikutNya.

Kesalahan ini biasanya terjadi dalam kehidupan seseorang yang berasal dari keluarga kristen, karena merasa dari kecil sudah pergi ke gereja, membaca alkitab, dan mengikuti berbagai kegiatan/peraturan yang ditetapkan oleh gerejanya, maka orang tersebut mengclaim dirinya sebagai orang kristen.
Kekristenan adalah hubungan dua arah antara Tuhan dan umatNya. Hanya orang kristen yang bisa berhubungan dengan Tuhannya secara aktif, karena

- Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup, bukan Tuhan yang mati. - Tuhan kita adalah Tuhan yang bisa berbicara langsung dengan kita, bukan Tuhan yang bisu. - Tuhan kita adalah Tuhan yang akrab dengan pengikutNya, bukan Tuhan yang jauh diujung langit, dan hanya mengangguk-angguk sambil mengelus-elus jenggotnya melihat orang berdoa kepadaNya. - Tuhan kita adalah Tuhan yang ikut merasakan penderitaan kita, karena IA pernah menjelma menjadi manusia. - Tuhan kita adalah Tuhan yang paling ditakuti dimuka bumi, karena ialah yang akan mengadili semua orang.
KRISTEN ADALAH HUBUNGAN 2 ARAH ANTARA YESUS DAN PENGIKUTNYA
Seseorang bisa dianggap kristen karena melewati beberapa tahapan dalam kehidupannya. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui ialah:

1. Mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat /Yesus anak ALLAH dan anak MANUSIA.
Seseorang baru dapat disebut sebagai pengikut Yesus apabila ia telah mengakui dalam hatinya, dan mengucapkan dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Pengakuan yang diucapkan oleh orang ini bukan berasal dari dirinya sendiri, tetapi Roh Allah yang membimbingnya. Dalam Alkitab dikatakan bahwa
I Korintus 12:3
“Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus”.

Hanya Roh Kuduslah yang dapat membuat mulut seseorang mengucapkan pengakuan tersebut. Hal ini banyak terlewatkan dalam kehidupan kekeristenan, orang-orang merasa bahwa merekalah yang memilih Yesus sebagai Tuhannya.

Memang Tuhan memberi pilihan bebas kepada kita, apakah kita mau mengakui Yesus sebagai Tuhan atau tidak ?, tetapi pengakuan awal yang keluar dari mulut seseorang bahwa Yesus adalah Tuhan berasal dari Roh Kudus sendiri yang bekerja didalam orang tersebut. Inilah yang disebut “Orang-orang yang Dipanggil”.

Jadi tidak ada seorangpun manusia yang dapat menjadikan seseorang menjadi kristen atau pengikut Yesus, kalau bukan karena Roh Allah. Tidak ada seorang Penginjil/Pendeta/Hamba Tuhan yang dapat membuat seseorang menjadi kristen.

Mereka hanya menjadi alat Tuhan untuk menyampaikan khabar baik (injil) kepada seseorang, dan Tuhanlah yang bekerja dalam diri orang yang mendapat pemberitaan injil tersebut. Jadi kalau ada orang yang mengatakan bahwa dia sudah menjadikan banyak orang menjadi pengikut Yesus, maka orang tersebut tidak mengetahui akan kebenaran Firman.

2. Dibaptis dengan Air
Dibaptis dengan air sebagai tanda pertobatan, setelah seseorang mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, maka orang itu harus dibaptis dengan air sebagai tanda pertobatannya, atau sebagai tanda ia akan meninggalkan kehidupannya yang lama, kehidupan keduniawian yang selama ini ia jalani, atau menanggalkan segala dosa-dosanya.

Bagaimana dengan orang yang sudah dibaptis sejak bayi. Seperti yang pernah saya tuliskan dalam tulisan saya terdahulu, maka kita bebas memilih, ingin dibaptis lagi atau tidak. Sebenarnya baptisan yang sesuai dengan alkitab ialah dibaptis selam, tetapi seperti yang tertulis dalam alkitab, “baptisan tidak menyelamatkan”.

Jika anda ingin dibaptis ulang itu lebih baik, karena yang pertama anda akan menjadi lebih percaya diri (sudah mengikuti perintah Alkitab), yang kedua baik buat anda yang jarang mandi, baptis selam bisa menyegarkan anda. (Diwaktu dibaptis dilarang berenang, setelahnya mungkin boleh)

Ada kehidupan lain diluar kehidupan yang tidak bisa kita lihat dengan mata jasmani kita, yaitu kehidupan di alam roh. Maksud dari baptisan air ialah dijidat anda akan tertera stempel “Milik Sorga”, yang artinya anda bukan lagi milik dunia (setan), tetapi sudah diangkat menjadi warganegara sorga. Kemudian anda akan dikenakan jubah putih. Hanya orang kristen yang rohnya mengenakan jubah putih.

Bagi orang kristen yang kristennya payah, maka jubahnya juga bolong-bolong atau sobek-sobek (bukan sobek-sobeknya Tukul ya), tetapi bagi manusia lain diluar kristen, rohnya tidak memakai baju, alias telanjang bulat. (hi.......!! parno ah).

Nah, supaya di alam roh anda tidak terkena undang-undang pornografi, jadilah kristen yang benar. (Kalo nggak percaya tanya sama mbah dukun atau orang yang bisa melihat dunia roh - makanya mereka senang di alam roh, karena bisa free lihat orang-orang telanjang).

Jadi secara roh , tidak ada bedanya anda dibaptis dengan air satu laut, atau dibaptis dengan air satu gelas, sama-sama dapat stempel (cap), dan bukan berarti yang dibaptis selam capnya lebih besar (sampe semua badan di stempel), atau yang dibaptis percik hanya mendapat stempel kecil.

Tidak saudaraku, stempelnya ukurannya udah standar, nggak bisa dibesarin atau dikecilan. Sorga memang agak pelit soal stempel, supaya nggak boros dibuat satu stempel aja.

3. Dibaptis dalam Roh
Setelah seseorang mendapat baptisan air, maka ia harus menjalani hidupnya menjadi semakin kudus, karena baptisan air berarti orang tersebut sudah bertobat dari dunia lamanya. Kapan seseorang sudah dibaptis dengan Roh, tidak ada orang lain yang tahu. Jadi Baptisan Roh hanya dapat diketahui oleh orang yang bersangkutan dan Tuhan. Sebagaimana Yesus berfirman:

Yohanes 3:8
"Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya,
tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah
halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Semua merupakan rahasia Tuhan, alasan mengapa IA membaptis seseorang dengan Roh, sedangkan orang lainnya tidak, merupakan hak prerogatif TUHAN. (sama dengan alasan mengapa seseorang bisa memanggil Yesus sebagai Tuhan).

Pengalaman baptisan Roh antara seseorang dengan orang lainnya tidak sama, ada yang merasa seperti disetrum seluruh badannya, ada yang tidak merasa apa-apa, ada yang merasa bertemu dengan Yesus, ada yang menangis tersedu-sedu, karena Tuhan mengingatkan akan segala dosanya dan lain-lain. Tidak ada pengalaman yang sama antara satu dengan lainnya.

Hal lain yang biasanya didapatkan oleh orang yang mendapat baptisan Roh ialah orang tersebut bisa berbahasa Roh, tetapi tidak semua orang yang bisa berbahasa Roh, sudah dibaptis dengan Roh (hm... bingung kan?). Pada waktu seseorang dibaptis Roh maka Tuhan juga memberikan karunia-karunia Roh kepada orang tersebut.

Masing-masing orang mendapat karunia yang berbeda-beda. Tujuan diberikan karunia ialah untuk melengkapi orang tersebut dalam pelayanan yang akan dibebankan kepadanya. Dan sebagaimana sering kita dengar kata-kata “Tidak ada yang Gratis”, maka semua karunia yang Tuhan berikan kepada orang percaya juga akan dituntut penggunaannya.

Apakah karunia tersebut digunakan atau tidak, dan jika digunakan apakah karunia tersebut digunakan untuk kemuliaan Tuhan atau untuk pamer. (misal : bahasa Roh, banyak yang pake hanya untuk pamer).

Setelah mendapat baptisan Roh, maka orang tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan, tiada hari tanpa memuji dan menyembahNYA. Terdapat persekutuan yang intim antara Tuhan dan orang itu, inilah yang disebut dengan “KASIH MULA-MULA”.

Tuhan memberikan visi kepada orang tersebut tentang kehidupannya dimasa yang akan datang, doa-doa cepat dijawab atau dikabulkan. Mudah mengerti isi Alkitab, dibimbing langsung oleh Roh Kudus dan lain sebagainya.

Peristiwa ini berlangsung beberapa waktu sampai akhirnya Tuhan harus mendidik orang yang bersangkutan agar menjadi “Orang Kristen Dewasa”.

Orang yang baru mendapat Baptisan Roh ialah seorang “Bayi Rohani”. Sebagaimana seorang bayi tumbuh menjadi besar, maka orang tersebut juga harus tumbuh tingkat kerohaniannya, karena tujuan akhir seseorang diangkat oleh Tuhan menjadi anak ialah agar orang tersebut semakin menyerupai Yesus Kristus, sehingga Tuhan kita Yesus menjadi yang sulung diantara banyak saudara.
Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Orang-orang yang dibaptis dengan Roh inilah yang disebut dengan “ORANG PILIHAN”


Yesus Mengasihi anda dan seluruh keluarga anda
 
Sumber: http://nelsonsamosir.blogspot.com/2007/05/tingkatan-hidup-orang-kristen-satu.html
Baca Selengkapnya.. "TINGKATAN HIDUP ORANG KRISTEN - SATU"

TINGKATAN HIDUP ORANG KRISTEN - DUA

3. Kehidupan di Padang Gurun
Setelah masa-masa yang menyenangkan dengan Tuhan, maka langkah selanjutnya yang harus dihadapi setiap orang kristen ialah mengalami “padang gurun kehidupan”. Ini adalah suatu masa dimana Tuhan akan mempersiapkan orang yang lahir baru untuk menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang dapat diandalkan, pelayan Tuhan yang hidup dalam Roh,
Pelayan Tuhan yang selalu mengandalkan Tuhannya, pelayan Tuhan yang tujuan hidupnya ialah untuk melayani Tuhannya, pelayan Tuhan yang melihat dunia serta isinya hanya sebagai sampah. Pelayan yang selalu hidup dalam kekudusan, Pelayan Tuhan yang akan menghancurkan perbuatan Iblis di dunia ini.
Kita bisa melihat beberapa contoh kehidupan di padang gurun dalam Alkitab:
A. Abraham
Kejadian 12: 1-3
12:1 Berfi
rmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Abraham seseorang yang menyembah YHWH ditengah dunia yang dipenuhi dengan penyembah-penyembah dewa. Mengikuti perintah Tuhan untuk pergi dari tanah kelahirannya, dan ia diberikan visi yang begitu hebat oleh Tuhan, tapi apa yang ia alami jauh dari visinya, ditengah perjalanan ia harus tinggal di Mesir sebagai orang asing karena adanya bencana kelaparan (Kej 12:10) dan istrinyapun hampir diambil oleh raja Mesir.
Ia juga harus menanti lama sekali sampai Tuhan memberikan janjiNYA yaitu seorang anak kepada Abraham. Di tengah kegembiraan Abraham akan anak perjanjiannya (Ishak), Allah menguji hatinya sekali lagi dengan cara agar Abraham menyerahkan anaknya buat dikorbankan.
Apakah anda bisa membayangkan begitu banyak penderitaan yang dialami Abraham, dari visi yang diberikan Tuhan sampai terjadinya visi tersebut. Sampai Abraham membuat kesalahan, ia ingin membantu Tuhan (ia pikir Tuhan tidak mampu) dengan cara mengambil Hagar seorang budak menjadi selir, yang menghasilkan seorang anak baginya.
Dimana sama seperti dahulu anak budak menganiaya anak perjanjian, maka sampai sekarang banyak umat Tuhan yang dianiaya oleh anak budak tersebut. Kesalahan yang dibuat Abraham harus diderita oleh umat Tuhan sampai sekarang.
B. Yusuf
Kejadian 37:9
Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kep
ada
saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari,
bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
Suatu visi yang luar biasa, dimana semua keluarganya, termasuk ayah dan ibunya sujud menyembah kepadanya. Tapi apa yang didapat Yusuf dalam perjalanan di padang gurunnya, ia dimasukkan kedalam sumur dan dibuang menjadi budak oleh saudara-saudaranya. Saudaranya yang dalam visi yang diberikan Tuhan kepadanya akan sujud menyembah kepada Yusuf malah menjual dirinya.
Pasti dalam diri Yusuf mempertanyakan visi tersebut, apakah benar visi tersebut berasal dari Tuhan, tetapi ternyata kepercayaan Yusuf kepada Allah tidaklah kendor, diwaktu ia digoda oleh istri Potifar, Yusuf menolak godaan tersebut. Ia tetap setia pada Tuhannya, dan tidak marah atas segala hal buruk yang terjadi dalam hidupnya.
C. Musa
Kisah 7:25
"Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia
untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti. “
Alkitab memang tidak mengatakan dengan jelas, kapan Musa mendapat visi bahwa ia akan dipakai Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel, tetapi kita tahu bahwa ia membela saudaranya bangsa Israel, tetapi mereka menolaknya, sehingga ia harus melarikan diri dan menjadi penggembala selama 40 tahun.
Visi yang Musa terima tidak sesuai dengan kenyataan yang ia hadapi, kini ia menjadi seorang penumpang dinegri orang dengan jabatan gembala kambing/domba.
Setelah Musa berhasil menyelamatkan dan membawa keluar bangsa Israel dari tanah Mesir (Musa merasa visi sudah digenapi), ternyata Musa masih harus menghadapi kemarahan Tuhan yang lain, karena Ia memukul batu dan bukannya berbicara kepada batu, ia tidak diperbolehkan masuk tanah perjanjian.
Bagi orang pilihan, semakin dekat ia dengan Tuhan semakin dekat hukuman dijatuhkan, apabila ia tidak taat kepada Tuhannya. Untuk itulah Tuhan mempersiapkan seseorang dipadang gurun, agar orang tersebut tidak mengecewakanNYA.
D. Daud
1 Sam 16:13
Samue
l mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Seorang penggembala didatangi seorang hamba Tuhan dan diurapi menjadi raja atas Israel, tentu Daud menyimpan visi tersebut didalam hatinya, tetapi dalam kenyataannya ia harus menderita dikejar-kejar oleh raja yang seharusnya ia gantikan. Mungkin didalam hatinya timbul pertanyaan kepada Tuhan,
“Mengapa Tuhan, engkau mengurapiku menjadi raja, tetapi sekarang aku malah dikejar-kejar seperti penjahat ?”, tetapi apakah Daud berpaling dari Tuhan....tidak sama sekali tidak. Daud tetap mengasihi Tuhan, hal ini terlihat diwaktu ia mempunyai kesempatan membunuh Saul, ia tidak melakukannya.
E. Yohanes Pembaptis
Lukas 3: 2-3
3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firm
an Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
Yohanes Pembaptis mendapat visi yang jelas dari Tuhan, ia adalah orang yang disebut dalam kitab nabi Yesaya, seseorang yang harus mempersiapkan jalan untuk kedatangan Mesias. Untuk mempersiapkan pelayanannya, maka Yohanes tinggal di padang gurun dan hanya makan belalang dan madu.
Suatu persiapan yang luar biasa, Yohanes rela menderita, agar ia benar-benar dapat menjadi orang seperti yang disebutkan dalam kitab Yesaya.
Tetapi setelah kedatangan Yesuspun ia masih bertanya-tanya apakah visinya sudah digenapi, apakah Yesus anak Maria, (yang juga saudaranya), yang pernah kerumahnya diwaktu ia masih dalam kandungan adalah benar Mesias, dan kita juga tahu hasil dari penggenapan visinya, kepalanya dipotong dan diserahkan kepada Herodes. Mungkin ia sendiri tidak tahu hasil akhir`dari pekerjaannya ialah dipotong kepalanya.
Diatas adalah cerita-cerita tentang kehidupan di padang gurun orang-orang yang dikasihi Tuhan, kita melihat bahwa Tuhan menghajar mereka dengan kerasnya, tetapi hasil akhir dari ajaran-ajaran Tuhan tersebut sangat luar biasa. Setiap orang mempunyai padang gurunnya sendiri. Apabila Tuhan mau memakai orang tersebut dengan dahsyat, maka akan diperlukan waktu yang lama, sebelum Tuhan mengijinkan orang tersebut terjun dalam pelayanan.
Yesus mendidik kita secara langsung di Padang Gurun
 
Sumber: http://nelsonsamosir.blogspot.com/2007/05/tingkatan-hidup-orang-kristen-dua.html
Baca Selengkapnya.. "TINGKATAN HIDUP ORANG KRISTEN - DUA"