Rabu, 16 November 2011

WHO IS DANIEL?

I. PENDAHULUAN

Daniel berasal dari suku Yehuda dan ia merupakan salah satu pemuda yang dibawa ke Babel atas perintah raja Nebukadnezar yang waktu itu menang berperang melawan Yokakim, raja Yehuda. Di Babel bersama ketiga orang dari suku Yehuda lainnya, yaitu Hananya, Misael dan Azarya mereka dididik selama tiga tahun dan setelah itu bekerja untuk raja. Dengan cepat ia naik pangkat dan menjadi salah seorang pejabat yang sangat dihormati dalam pemerintahan Babilonia, bahkan ia masih terus aktif dalam kerajaan Media Persia yang telah mengalahkan kerajaan Babilonia.

Tuhan memberikan Daniel karunia seorang Nabi, yaitu Tuhan memberi hikmat untuk mengerti makna mimpi dan penglihatan yang Tuhan berikan kepada raja dan kepada Daniel sendiri. Tuhan memakai Daniel untuk menyampaikan nubuat dan firmanNya kepada raja-raja asing. Jabatannya dalam masyarakat dan tugas yang dilakukannya sehari-hari adalah sebagai pejabat tinggi dalam pemerintahan bangsa asing, dan bukan sebagai nabi bagi Israel.

Dalam kitab suci orang Yahudi Kitab Daniel diletakkan pada bagian ketiga, yaitu bagian Kitab-kitab yang disebut tulisan (Ketubim), bukan pada bagian nabi-nabi. Karena menurut definisi orang Yahudi, Nabi adalah orang yang diangkat oleh Tuhan untuk memberitakan Firman Tuhan kepada bangsa Israel. Septuginta menggolongkan kitab ini dengan kitab para nabi-nabi, yaitu setelah kitab Yehezkiel.

II. Latar Belakang Penulisan Kitab.

Kerajaan Yehuda dengan rajanya Yokakim telah dikalahkan oleh raja Nebukadnezar dari Babilonia pada tahun 605 SM. Putra-putra Yosia yang menduduki tahta Yehuda tidak menerima hal ini dan selama dua dasawarsa mereka terlibat persekongkolan melawan Babilonia. Hal ini tidak hanya mengakibatkan beberapa kali deportasi, tetapi akhirnya mengakibatkan kehancuran Yerusalem dan bait suci pada tahun 586 SM yang dilakukan oleh tentara Nebukadnezar. Selama masa itu Daniel melayani di istana Babel.

Setelah Nebukadnezar wafat maka datanglah Koresy Agung dari Persia menguasai Babilonia dan setelah satu tahun menguasai Babilonia, Raja Koresy mengeluarkan kebijaksanaan yang mengijinkan bangsa-bangsa dalam pembuangan kembali ke tanah airnya, dan membangun rumah-rumah dan tempat ibadah mereka.

Kitab Daniel ditulis oleh Daniel sendiri yang menjabat sebagai pejabat tinggi pada masa pemerintahan Nebukadnezar, maupun pada masa pemerintahan Koresy. Diperkirakan kitab ini ditulis dari abad 6 SM. Kitab Daniel ditulis dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Aram (Pasal 2:4; 7:28) dan Bahasa Ibrani. Dalam Kitab Daniel bahasa Aram dipakai untuk membicarakan sejarah kerajaan duniawi, sedangkan bahasa Yahudi dipakai untuk bagian-bagian yang membicarakan umat Allah.Banyak pendapat yang menentang bahwa kitab Daniel ditulis oleh Daniel sendiri, tetapi bukti-bukti yang ada meyakinkan bahwa Kitab Daniel memang ditulis oleh Daniel sendiri.

III. Tujuan Penulisan Kitab.
Tujuan dari penulisan kitab Daniel ialah untuk menunjukkan kedaulatan Allah baik dalam hal rohani maupun politik. Ketika menceritakan berbagai peristiwa dalam kehidupan Daniel dan kawan-kawannya yang ditekankan adalah hidup beriman dalam dunia yang semakin bermusuhan. Kedaulatan Allah terletak dalam kemampuanNya untuk memberkati dan melepaskan orang-orang yang setia dalam keyakinan mereka.

Tujuan lain dari kitab ini adalah untuk memperlihatkan nubuat tentang sejarah dunia yang diperoleh Daniel melalui penglihatan-penglihatannya, sehingga orang Yahudi yang pada masa itu dalam masa pembuangan dapat mengetahui masa depan mereka

Yang tidak kalah pentingnya tujuan dari Kitab Daniel ialah untuk mengingatkan manusia akan kedatangan Sang Pembinasa, Hari Tuhan dan Kerajaan Tuhan yang akan berdiri diatas muka bumi ini

IV. Sistematika / Garis Besar Kitab.
(Menurut Andrew E. Hill, John H. Walton; Survey Perjanjian Lama)
1. Pengalaman-pengalaman Daniel
Dilatih di Babilonia (1)
Dua patung (2-3)
2. Patung dalam mimpi Nebukadnezar (2)
Patung emas buatan Nebukadnezar (3)
Dua raja didisiplin (4-5)
3. Kesombongan Nebukadnezar dan hukumannya (4)
4. Keangkuhan Belsyazar dan hukumannya (5)
5. Dekrit Darius (6)
6. Penglihatan-penglihatan Daniel
Dua penglihatan mengenai binatang yang melambangkan
Kerajaan (7-8)
Empat binatang (7)
Domba jantan dan kambing jantan (8)
Dua nubuat dijelaskan (9-12)
Tujuh puluh tahun Yeremia (9)
Peristiwa-peristiwa yang mengarah pada kesudahan (10-12)

V. Pesan Utama.
1. Mimpi-mimpi Nebukadnezar.
Mimpi Nebukadnezar merupakan jalan masuk Daniel bertemu sang raja. Dalam kisah ini memperlihatkan iman Daniel kepada Tuhannya, karena diwaktu menghadap raja Daniel sendiri belum mengetahui mimpi dan arti mimpi tersebut, tetapi Daniel percaya bahwa Allah yang berkuasa sanggup dan mau memberitahu mimpi itu dan artinya kepadanya dan Allah memang melakukan hal tersebut.

Mimpi-mimpi Nebukadnezar juga sebagai cara Tuhan memperkenalkan diriNya kepada raja Nebukadnezar, bahwa IA adalah Allah yang berkuasa. KekuasaanNya jauh diatas illah-illah orang berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para Kasdim (bandingkan dengan Musa dan ahli Sihir di Mesir). Bahwa Tuhan Allah Daniel, adalah Allah yang mengangkat dan menjatuhkan raja-raja. Allah yang mengetahui dan menguasai masa depan bangsa-bangsa.

Melalui mimpinya yang lain, Tuhan menghukum raja Nebukadnezar dengan tujuan merendahkan diri Nebukadnezar agar ia mau sadar dan bertobat. (Daniel 4:14-16; 20:36).

Selama 7 masa raja Nebukadnezar menderita “penyakit boantroppy” yaitu suatu penyakit dimana orang yang menderita penyakit tersebut akan mengira dirinya seekor lembu.

2. Sadrakh, Mesakh dan Abednego di Dalam Perapian. (Daniel 3 : 24-27)
Kisah ini juga menceritakan teguhnya iman Sadrakh (Hananya), Mesakh ( Misael), dan Abednego (Azarya) yang memilih dilemparkan kedalam perapian daripada menyembah patung raja Nebukadnezar . Mereka bertiga mengetahui bahwa Allah mereka sanggup melepaskan mereka dari perapian tersebut, tetapi jika Allah tidak membebaskan mereka, maka mereka tetap tidak mau menyembah emas tersebut.

Munculnya mahluk surgawi (anak dewa) didalam perapian dimana sebagian penafsir mengatakan bahwa orang keempat tersebut adalah Yesus Kristus sebelum inkarnasinya. Sekali lagi Allah memperkenalkan diriNYa sebagai Allah yang melindungi umatNya yang setia kepadaNYa, sehingga Nebukadnezar mengeluarkan perintah yang berlaku di seluruh kerajaannya, bahwa Allah Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yakni Allah Israel tidak boleh dihina, dan ancaman hukuman mati diberikan kepada pelanggar-pelanggarnya.

3. R
aja Belsyazar dan Tulisan di tembok.
MENE, MENE TEKEL UFARSIN
Raja Belsyazar yang sedang mengadakan perjamuan, memerintahkan mengeluarkan emas dan perak yang diambil dari Bait Suci di Yerusalem untuk digunakan minum anggur dalam perjamuan tersebut. Perkakas-perkakas tersebut telah lama berada di Babel, diambil oleh Nebukadnezar pada tahun 605 SM. Tetapi perkakas tersebut dipersembahkan kepada “Marduk” sebab pada waktu itu Nebukadnezar yakin bahwa “Marduk” lebih berkuasa dari Allah Israel, dan perkakas-perkakas tersebut tidak boleh digunakan untuk kegiatan umum. Akibat dari perbuatan Belsyazar yang menghina Allah. Maka Allah menghukum Belsyazar, dan malam itu juga Belsyazar dibunuh oleh tentara Persia yang malam itu masuk istana raja.

4. Doa Daniel bagi bangsanya (Psl 9).
Dari pengetahuannya tentang nubuat Yeremia, Daniel percaya bahwa satu masa yang lamanya 70 tahun telah ditetapkan bagi timbunan puing Yerusalem Daniel sadar bahwa waktunya hampir genap. Lalu ia berdoa kepada Allah, mengakui dosanya dan dosa bangsanya, serta memohon agar Allah bertindak dengan tidak menunda lagi (Dan 9:19). Tuhan menjawab doa Daniel dengan mengirimkan malaikat Gabriel, tetapi Gabriel bukan hanya memberitahu tentang masa pembuangan tetapi juga memberitahu tentang datangnya ‘Seorang Yang Diurapi”. Ternyata jawaban Gabriel jauh melampaui permohonan Daniel.

5. Penglihatan-penglihatan Daniel (Psl 7-12).
Sebagai tanda kasihNya kepada Daniel. Allah memberikan penglihatan-penglihatan kepada Daniel, dimana penglihatan tersebut dibawa langsung oleh malaikat Allah, dan juga diberikan melalui mimpi-mimpi kepada Daniel. Penglihatan dan mimpi-mimpi itu menunjukkan bahwa Hari Tuhan akan datang, dan Kerajaan Tuhan akan ditegakkan dimuka bumi ini. Dalam penglihatannya Tuhan juga memberitahu Daniel bahwa Anti Kristus akan datang dan berperang melawan orang-orang kudus Allah, sampai “Yang Lanjut Usia” datang dan IA akan memberi keputusan pengadilan yang membenarkan dan membela orang-orang kudus milik mahatinggi dan waktunya akan datang bagi orang-orang kudus untuk memiliki kerajaan.

Yesus selalu menyertai anda
Sumber : http://nelsonsamosir.blogspot.com/2007/02/who-is-daniel.html

0 komentar:

Posting Komentar