Rabu, 16 November 2011

WHO IS EZEKIEL (YEHEZKIEL)

I. Pendahuluan.

Yehezkiel adalah seorang imam anak Busi berasal dari keluarga imam keturunan Zadok (Yeh 1:3), Pandangan tradisional mengatakan bahwa dia bersama 10.000 orang Ibrani dibuang ke Babel pada tahun 597 SM. Disana dia tinggal di Tel Abib di tepi sungai Kebar (Yeh 1;1-3), di dalam rumahnya sendiri (Yeh 3:24; Yeh 8:1)., dan Yehezkiel sudah menikah (Yeh 24: 15-16). Dalam masyarakat Yahudi di Babel reputasinya terkenal baik dan dihormati, karena para tua-tua dari masyarakat pembuangan datang kepadanya minta petunjuk pada beberapa peristiwa (Yeh 8:1; 14:1; 20:1). Dan ditempat itulah ia melakukan pelayanan selama 25 tahun.

Kitab Yehezkiel ditulis sendiri oleh Nabi Yehezkiel, hal ini dapat dilihat dari penggunaan kata ganti diri dan kata ganti milik seperti “Aku” dan “Ku” memenuhi setiap pasal dari kitab ini. Keseragaman bahasa dan gaya yang diakui secara leluasa serta ketaat asasan pesan dan tema juga mendukung dasar pikiran bahwa Yehezkiel menceritakan pengalamannya sendiri sebagai “penjaga Israel” yang ditetapkan oleh Allah (Yeh 3:16; 33:1-9).

Kitab Yehezkiel merupakan bagian dari kelompok yang diberi nama nabi-nabi besar dalam kanon Ibrani, sesudah Yesaya dan Yeremia, sedangkan Kanon Kristen mempergunakan urutan Septuginta yang menempatkan Yehezkiel sesudah Ratapan. Kitab ini sendiri berasal dari jaman pembuangan antara tahun 593 dan tahun 571 SM.
Walaupun Yehezkiel sudah termasuk kanon Ibrani, tetapi kitab ini masih diperdebatkan oleh sarjana-sarjana Yahudi, yang diperdebatkan adalah hal-hal yang tampaknya merupakan ketidak sesuaian antara pengertian Nabi Yehezkiel mengenai susunan upacara di bait suci dan petunjuk-petunjuk dari hukum Musa (misalnya: tidak ada kesesuaian dalam jumlah dan jenis hewan yang dikurbankan pada hari raya Bulan Baru – (Bil 28:11 dan Yeh 46:6). Oleh karena itu para rabi melarang penggunaan kitab Yehezkiel secara umum maupun pribadi, sampai kedatangan Elia (Mal 4: 5).

II. Latar Belakang Penulisan Kitab.
Pelayanan Yehezkiel merupakan hasil sampingan dari berbagai tindakan menyimpang yang dilakukan oleh raja-raja Yehuda, dimana raja-raja tersebut tidak menjalankan perjanjian dengan Allah, bahkan mereka menyembah Illah lain. (seperti yang dilakukan oleh Manasye yang menyetujui penyembahan Dewa Baal sebagai agama resmi kerajaan). Raja-raja Yehuda setelah Manasye (kecuali cucunya Yosia yang wafat dalam pertempuran melawan Mesir) semuanya tidak mentatati ketetapan-ketetapan perjanjian dengan Allah.

Walaupun telah menjadi taklukan mesir, dan mendapat teguran dari nabi-nabi, raja-raja Yehuda tidak bertobat bahkan bertambah jahat, sebagaimana yang dikatakan Yeremia, masa pemerintahan Yokakim merupakan pemerintahan yang jahat, ditandai dengan penyembahan berhala, perampokan, pembunuhan, pemerasan, perzinaan dan penolakan terhadap perjanjian Allah (Yer 22: 1-70.).

Akhirnya Allah menghukum umat Ibrani dan membiarkan mereka dibuang ke Babel, tetapi Allah dalam penghukumannya tetap mengasihi umatNya tersebut dan membangkitkan seorang Imam menjadi Nabi yang menyampaikan pesan-pesan dari Allah buat umatnya, dan Nabi tersebut adalah Nabi Yehezkiel. Pesan-pesan dalam kitab ini terdiri atas 3 bagian yang sebenarnya merupakan teodise (suatu pembelaan atau penafsiran mengenai penghakiman Allah dan kehancuran yang diakibatkan olehnya). Kitab ini merupakan salah satu dari antologi atau koleksi bentuk sastra yang paling kaya dalam perjanjian lama.

III. Tujuan Penulisan Kitab.
Tujuan dari penulisan kitab Yehezkiel ialah untuk memperingatkan generasi orang Israel yang tegar dan keras kepala tentang hukuman yang akan datang (Yeh 2:3-8), untuk menegaskan pertanggung jawaban setiap generasi atas dosa mereka (Yeh 18:20), dan untuk menghimbau kepada orang-orang yang bersedia untuk memperhatikan nasehat untuk “bertobat dan memperoleh hidup” (Yeh 18:21-23; Yeh 32).

Kitab ini juga memperingatkan bangsa-bangsa diluar Israel yang ikut ambil bagian atau ikut bergembira akan “waktu kesusahan Yakub” (Yeh 25-32), agar menyadari bahwa Allah juga akan mengunjungi mereka dalam murka dan pembalasan atas kelakuan buruk mereka (misalnya Yeh 25: 1-11). Dalam fase pelayanan Yehezkiel ini tersirat suatu peringatan kepada Israel bahwa Yahweh memang benar dan adil dalam pemerintahanNya yang berdaulat atas bangsa-bangsa..

Akhirnya dalam pasal 33-48, Yehezkiel menanamkan pengharapan diantara sisa-sisa umat Ibrani yang tertawan dengan cara membesarkan hati mereka dengan janji mengenai suatu perjanjian damai baru yang diawasi oleh “gembala dari keturunan Daud” (Yeh 34:20-31). Tuhan akan menyucikan umatNya, menetapkan kesetiaan dalam negeri, menempatkan baitNya kembali ditengah-tengah mereka, dan memberkati Israel melalui “Daud hambaNya” (Yeh 37:15-28).

IV. Sistematika / Garis Besar Kitab.
Kitab Yehezkiel dibagi menjadi tiga bagian utama: (Menurut Lazor; DA Hubbard, F.W. Bush; Pengantar Perjanjian Lama 2).
1. Hukuman atas Israel (Yeh 1-24).
Panggilan Yehezkiel (Yeh 1:1; 3:21)
Israel Menyembah Berhala (Yeh 3:22; 7:27)
Penglihatan yang Memperingati ( Yeh 8-11)
Perumpamaan dan Kiasan Tentang Hukuman (Yeh 12-19)
Hukuman atas Israel (Yeh 20-24)

2. Hukuman atas bangsa-bangsa kafir (Yeh 25-32).
Amon (Yeh 25:1-7)
Moab (Yeh 25:8-11)
Edom (Yeh 25: 12-14)
Filistia (Yeh 25: 15-17)
Tirus (Yeh 26:1; 28:19)
Sidon (Yeh 28:20-26)

3. Pembaharuan / Pemulihan Israel.
Gembala Sejati (Yeh 33-48)
Negeri (Yeh 35-39)
Umat (Yeh 37-39)
Bait Suci (Yeh 40-43)
Kebaktian (Yeh 44-46)
Sungai Kehidupan, Kota Kudus, Tanah Suci (Yeh 47-48)

V. Pesan Utama.
1. Anak Manusia.
Tuhan menyapa Yehezkiel dengan sebutan anak manusia sekitar sembilan puluh kali. Frasa ini hanya ditemukan satu kali dalam perjanjian lama yaitu di kitab Daniel 8:17. Panggilan “anak manusia” yang ditujukan bagi Yehezkiel tentu berbeda dengan panggilan “Anak Manusia” untuk Tuhan Yesus. Panggilan untuk Yehezkiel lebih untuk menunjukkan jabatannya sebagai Nabi yang diutus Allah. Yehezkiel memerankan “hal-hal aneh” bagi Allah, karena kehidupannya merupakan pelajaran peraga yang hidup bagi seisi rumah Israel yang memberontak.Dengan menegaskan bahwa firman Tuhan datang padanya, dan terus mengulang gelar yang dipakai Tuhan untuk menyapanya, ia ingin menegaskan bahwa seorang nabi Allah sudah berada ditengah-tengah mereka. (Yeh 2:5; 33:33)

2. Akulah TUHAN.
Ungkapan ini banyak digunakan dalam kitab Yehezkiel, ungkapan ini sama dengan ungkapan dalam kitab Imamat, sehingga orang-orang Yahudi dalam pembuangan mengerti benar arti kata tersebut, dan mereka mengerti bahwa benar Allah yang berbicara kepada Yehezkiel.
3. Penglihatan akan ALLAH.
Penampilan kemuliaan Tuhan di Babel mengungkapkan bahwa Tuhan tidak terbatas pada bait suciNya di Yerusalem. Tahta diatas kereta adalah wahana kemuliaanNya. Ketika Roh Kudus memindahkan Yehezkiel ke Yerusalem, Kemuliaan Tuhan ada disana ( Yeh 8:4). Hal ini menunjukkan bahwa Allah Israel bukanlah Allah yang statis, tetapi Allah yang selalu bergerak kemana saja dan menyatakan kehadiranNya dimana saja. Lagipula mataNya melihat segala sesuatu, dan karena Dia melihat maka Dia pasti bertindak demi kepentingan umatNya. Hal ini sangat menggembirakan bagi orang Ibrani yang tinggal dalam pengasingan.

4. Manusia.
Salah satu tema penting dalam kitab ini ialah tanggung jawab perorangan. Memang demikian telah disinggung oleh Nabi Yeremia, tetapi Yehezkiel mengembangkannya secara mendetail. Ajaran Yehezkiel dalam Psl 18 membuktikan ketidak benaran amsal “anggur masam” yang sangat populer dikalangan Israel, dimana mereka mengatakan bahwa hukuman Allah terjadi karena dosa-dosa nenek moyang mereka. Yehezkiel berusaha mengoreksi penafsiran yang tidak benar dari kepribadian bersama dalam masyarakat perjanjian dengan mengingatkan mereka bahwa setiap generasi (dan setiap orang) harus mempertanggung jawabkan dosa mereka sendiri. (bandingkan dengan Ulangan 24:16)

5. Hari Tuhan / Kehancuran Bangsa-bangsa.
Dalam Pasal 30:3 Yehezkiel mengumumkan Hari Tuhan untuk bangsa-bangsa. Penghukuman terhadap bangsa-bangsa merupakan salah satu ciri utama teologi kenabian yang menekankan kemarahan Ilahi terhadap orang-orang yang tidak bertobat.

Tetapi bagi orang yang bertobat Tuhan akan memberikan anugerahNya, akan memberikan hati yang baru (Yeh 36:25-37) dan akan melaksanakan ibadah yang benar dalam bait suci yang baru (Yeh 40-48).

Yesus menanti anda memanggilNYA
sumber: http://nelsonsamosir.blogspot.com/2007/02/who-is-ezekiel-yehezkiel.html

0 komentar:

Posting Komentar